Kisah Dari Sekolah Anak Jalanan, “NASIB YANG TERBAIK ADALAH TIDAK PERNAH DILAHIRKAN”………..SOE HOK GIE

February 14th, 2008

Kisah yang akan saya (Hanhan) tulis ini adalah “true story” yang dialami dan diketahui sendiri selama 4 kali Sabtu terakhir ikut menjadi sukarelawan mengajar sebuah sekolah SD gratis buat menampung anak-anak jalanan dan juga buat anak yang orang tuanya menyandang masalah sosial dan tidak punya biaya buat menyekolahkan anaknya..

PROFIL SEKOLAH, ORANG TUA MURID DAN MURID SDS NURANI INSANI

Sekolah tersebut terletak di daerah Petamburan Jakarta Pusat. Berbeda dengan sekolah anak jalanan lainnya yang kebanyakan tidak ada formal legalnya, seperti sekolah terbuka yang dipelopori oleh Ibu Kembar di Tanjung Priok, SD ini berstatus SD Swasta. Pendanaan SDS ini mengandalkan swadaya masyarakat dan bantuan personal pengurus LSM PKBI (Persatuan Keluarga Berencana Indonesia). Penerimaan murid sekolah ini tidak dimulai dari kelas 1 saja, tapi dibuka untuk semua kelas, hal ini untuk menampung pindahan dari sekolah yang lain (kebanyakan pindahan dari SD Negeri) dari kelas berapa saja karena alasan tidak punya biaya. Bangunan SD tersebut dulunya adalah madrasah yang sekarang tidak aktif lagi, jadi SDS ini sebetulnya hanya memanfaatkan bangunan dan nama yayasan yang tidak terpakai milik masyarakat Petamburan.

Jika ditinjau dari kelayakan sebuah bangunan untuk sekolah, sebenarnya SDS ini sama sekali tidak memenuhi syarat untuk dijadikan bangunan sekolah, karena menurut aturan Depdikbud sebuah sekolah minimal mempunyai WC murid dan guru yang terpisah, sedangkan di SDS ini WC-nya saja numpang di WC mesjid. Selain itu kalau mau senam dan upacara anak-anak harus pergi ke lapangan kelurahan setempat yang lokasinya dekat pasar tradisional yang banyak orang berlalu-lalang, itu pun kadang tidak bisa upacara atau olahraga kalau pas ada acara kelurahan. Sedangkan kalau main bola mereka main di lapangan pinggir kali, ini jelas tidak layak karena berbahaya takutnya mereka “lepas rem” kalau ngejar bola, sehingga bisa saja nyebur ke kali..

Kata Pak Dedi, kepala sekolah tersebut, sedih kalau melihat murid-muridnya istirahat, karena tidak ada lapangan untuk bermain, mereka suka jalan ke sekolah lain ngeliatin anak-anak sekolah lain pada lari-lari bermain dengan temannya. Anak SD ini sama sekali tidak diperbolehkan masuk ke halaman SD Negeri atau TK Negeri di sekitarnya, kalau ketahuan masuk langsung diusir, karena mungkin takut terkontaminasi kelakuan anak jalanan.

Pernah suatu kali murid SD ini katahuan masuk dan membuat onar di lapangan TK negeri. Setelah diusir rupanya anak tsb tidak berlapang dada, mereka teriak-teriak mengejek guru TK dengan sebutan “Mak Lampir”. Ibu guru TK mungkin kesal dan marah lalu mereka melaporkan kejadian tersebut ke Pak Dedi. Kepada ibu guru TK tersebut Pak Dedi hanya bisa minta maaf dan mohon maklumnya atas kejadian tersebut, mengingat mereka hanyalah sekedar anak jalanan yang perlu pendidikan dan perhatian khusus.

Kasus lain karena ketidaklayakan sekolah tersebut adalah sering terjadi tabrakan anak-anak yang satu dengan lainnya yang diakibatkan karena berlari-lari kejar-kejaran diantara gang-gang kelas. Dan pernah suatu kali anak jalanan tersebut sampai berdarah-darah, tapi untung saja bapaknya yang preman tersebut tidak marah, karena melihat guru yang menggendongnya pun ikut kena cipratan darahnya.

Mengingat keadaan tersebut di atas beliau berniat untuk memindahkan sekolah ke tempat yang lebih layak kalau ada dananya. Katanya di Jakarta ini ada beberapa bangunan sekolah yang diterlantarkan padahal secara fisik semuanya sudah memenuhi syarat, sekolah tsb bisa disewa. Keinginan itu sekarang terwujud, namun dengan menyewa sebuah rumah penduduk daerah sekitar situ, walaupun harus direnovasi terlebih dahulu. Alhamdulillah berkat bantuan dan pinjaman para donatur renovasi sudah selesai 90%. Renovasi dilakukan dengan menambah satu lantai di atas. Sampai saat ini dana yang masih diperlukan cukup besar, ternyata aktual pemasukan uang seperti yang dijanjikan oleh salah satu donatur tidak terealisasi dan anggaran yang dibuat tidak memenuhi biaya yang aktual, dikarenakan kenaikan bahan bangunan yang melonjak akhir-akhir ini dan ada pos-pos yang tidak diperkirakan sebelumnya, contohnya biaya instalasi listrik, biaya menambah daya, sanitary dll. Sampai saat ini sekolah masih defisit sekitar 27,5 juta.
———————————————-

Pertama kali mengenal SD ini, ketika saya diajak teman untuk menyerahkan sumbangan berupa uang dan pakaian-pakaian bekas yang berhasil dikumpulkan dari teman-temannya. Di lain kesempatan saya diajak keliling ke sebagian rumah-rumah murid. Dari sini saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa di Jakarta ini banyak sekali masyarakat yg sangat kekurangan. Dan sungguh sangat ironis disela-sela gedung-gedung bertingkat dan gegap-gempita pembangunan, ternyata masih banyak terdapat rakyat miskin yang tidak bisa bersekolah.

Keadaan rumah orang tua murid sangat meprihatinkan. Ada rumah yang hanya satu kamar sempit dan satu ruangan tengah sempit yang dihuni mulai dari nenek, anak-anaknya sampai cucu-cucunya bahkan sampai menentunya. Keadannya pengap, gelap dan hanya berlantaikan tanah. Kemudian diajak lagi keliling ke rumah murid yang lain, ternyata ada yang lebih menyedihkan lagi, bahkan saya ditunjukkan ke salah satu “rumah” murid yang terletak di pinggir kali dan tempat nongkrongnya di bawah jembatan pintu air dekat Shangrila, saya pikir ini dia “the lowest level people in the world”.

Selama keliling, Pak Dedi bercerita bahwa orang tua murid-muridnya kebanyakan berprofesi sebagai pemulung/pengepul sampah, tukang asongan, pengemis dan “profesi lainnya”. Sebagian dari mereka nggak jelas profesinya, sehingga mereka nggak jelas juga “besok apa makan ?”. Ada satu keluarga yang jelas menunya, tapi menunya adalah “Indomie satu kuah banyak” cukup mengganjal perut sekeluarga berlima. Hal ini tentu beda dengan kita yang nggak jelas adalah “besok menunya apa ?” atau “besok makan dimana ?”. Pernah salah satu dari orang tua muridnya yang mungkin sangat terpaksa (stomach can not wait), dia terpaksa mencopet tapi ketahuan dan hampir dibakar masa di pasar Palmerah….sungguh tragis, tapi itulah realitanya.

Namun walaupun keadaan yang sangat memprihatinkan para orang tua murid tersebut tetap punya keinginan agar anaknya bisa sekolah, itulah mungkin yang mengetuk hati Pak Dedi untuk mendirikan SD gratis ini. Sebab mereka tidak akan bisa masuk ke SD Swasta atau Negeri, karena harus mengeluarkan uang. Belum lagi kalau mau daftar sekolah ada banyak entry barrier, misalnya kalau mau masuk SD Negeri orang tuanya harus punya Kartu Keluarga, KTP, Akta Kelahiran, sedangkan keluarga para pemulung mana mungkin punya itu semua. Apalagi kalau mau masuk SD Negeri percontohan, calon murid harus lulus tes kompetensi, minimal pernah masuk TK, udah bisa baca dan lain-lain persyaratan, more impossible.

Disela-sela obrolan, Pak Dedi menunjuk salah satu muridnya yang pernah dalam suatu malam dipergoki sedang keliling-keliling dari gang ke gang, padahal sudah larut malam, ternyata ketika ditanya kenapa, jawabnya adalah karena LAPAR belum makan, seharian cuma sekali makan, sehingga dia tidak bisa tidur, rupanya mungkin untuk menghilangkan rasa laparnya anak kecil itu jalan-jalan supaya lupa akan rasa laparnya dan mungkin kalau sudah cape barulah dia bisa tidur. Setelah diberi makan oleh pak Dedi barulah anak itu pulang dan bisa tidur.

Hari-hari berikutnya anak tersebut kalau lapar keliling-keliling di sekitar rumah Pak Dedi, berharap betemu dengan Pak Dedi agar ditawari makan, dan Pak Dedi pun memakluminya dan akan memberinya makan. Dan memang beliau menyuruh anak itu agar datang ke rumahnya kalau lapar dan nggak ada makanan di rumahnya. Setelah kejadian itu bukan hanya anak itu saja yang ditawarin makan, tapi kepada murid yang lain juga kalau lewat depan rumahnya, khawatir kalau-kalau mereka pada belum makan juga.

Dalam satu kesempatan yang lain Pak Dedi juga pernah memergoki muridnya menjadi pengemis di jalan Kwitang dekat patung tani, dan ternyata mereka tidak sendirian melainkan bareng-bareng dengan teman-teman sekelasnya. Ketika ditanya kepada mereka lagi ngapain, mereka pada nggak mau jawab, tapi mereka menghampiri Pak Dedi dan rame-rame mencium tangannya satu-persatu seperti kebiasaan di kelas. Kata Pak Dedi dia sangat malu melihat tingkah muridnya itu, soalnya mungkin saja orang sekitarnya menyangka dia sebagai “koordinator lapangan” pengemis anak jalanan itu.

Itulah sebagian dari potret kehidupan warga Jakarta yang hidup dibawah garis kemiskinan. Dibelahan tampat lain ………kita tidak bisa menutup mata ……..Banyak pertanyaan berseliweran kenapa ini bisa terjadi ? Who is responsible to this ? Apakah trickle down effect seperti yang digembar-gemborkan teori ekonomi itu hanya isapan jempol belaka ?…… hanya untuk mengelabui para pembuat keputusan di negeri ini ? Apakah teori dan praktik ekonomi yang kita anut selama ini hanya untuk menguntungkan kepentingan kapitalis Barat ? Kalau buku si bule John Perkin itu benar, maka jawaban atas pertanyaan itu adalah “ya”.

PENGALAMAN SELAMA MENGAJAR DI KELAS

Saya diberi kesempatan mengajar di kelas 3 tiap hari Sabtu, untuk mengajar matematika dan bahasa inggris dari jam 07.00 s.d 11.00, muridnya kira-kira 25 orang. Kali pertama masuk kelas, ternyata di dalam kelas sudah ada seorang ibu guru yang sedang mengajar yang tidak lain adalah istrinya Pak Dedi. Saya duduk di belakang kelas dan sambil mengamati bagaimana bu guru tersebut mengajar murid-muridnya. Ternyata tidak mudah mengajar anak-anak tersebut, mereka susah diatur, di kelas suasananya sangat ribut.

Tiba-tiba bu guru teriak “ARE YOU READY….” .

Teriakan bu guru sangat keras, membuat saya kaget dan heran, karena beda dengan sosok ibu kepala sekolah yang saya kenal ketika di rumahnya, yang suaranya lembut. Serta-merta anak-anak yang sedang ribut tersebut menjawab “YES” dengan suara keras pula sambil duduk ke kursinya masing-masing. Dari kejadian itu saya tahu bahwa ternyata teriakan yel yang keras tersebut adalah taktik untuk menghentikan keributan dan mengembalikan anak-anak ke kursinya. Dan ketika saya tanya kenapa yel nya bahasa Inggris adalah karena kalau pake bahasa Indonesia diacuhkan, mereka cuekin.

Setelah sekitar 30 menit menyaksikan bagaimana bu guru itu mengajar, kini giliran saya tampil ke depan. Ketika itu saya melanjutkan mengajar matematika tentang nilai tempat bilangan, ada kejadian yang lucu waktu saya memberikan materi ini, yaitu ketika menggambar alat peraga matematika, perlu diketahui bahwa perlengkapan sekolah ini sangat minim.

Ketika menggambar alat peraga, saya menyebut alat peraga tersebut sebagai sate, karena mirip dengan sate yang ditancapkan di atas balok, lagi pula saya tidak tahu apa nama sebenarnya alat peraga tersebut. Tetapi ketika saya sebut alat peraga itu sebagai sate, salah seorang anak ada yang nyeletuk dari belakang, “Pak itu bukan gambar sate tapi KECREKAN”, saya tidak menyalahkannya karena memang mirip juga dengan kecrekan, dan mungkin saja anak itu terbiasa ngamen dengan kecrekan.

Ternyata betul saja kata Pak Dedi beberapa muridnya ada yang suka ngamen dan di kelas saya ada yang suka ngamen di lampu merah perempatan dekat Shangrila. Selain menjadi pengamen mereka juga ada yang berprofesi sebagai joki three in one, pengemis, nyemir sepatu dll.
Sifat unik murid SD ini yang saya yakin tidak akan ditemukan di sekolah lainnya adalah kebanyakan mereka pemberani, tidak punya rasa malu atau sungkan. Kalau saya tawarkan untuk maju ke depan mengerjakan soal, serta-merta anak-anak yang bisa berlarian ke depan, berebut kapur tulis yang saya pegang. Mereka juga tidak segan-segan bilang ke saya agar temennya yang kalau ditanya nggak bisa supaya diturunkan kelasnya.

Di kelas mereka susah diatur, saya sering teriak-teriak dengan keras supaya mereka tidak ribut dan memperhatikan ke depan, saking seringnya teriak-teriak selesai mengajar suara saya jadi habis. Padahal kata mereka teriakan saya masih kurang keras, karena ketika saya mencoba teriak yel “Are You Ready” mereka bilang “Pak are you ready-nya kurang keras”.

Keributan di kelas disebabkan oleh macam-macam kelakuan, misalnya karena ngobrol sesama temennya, nyanyi-nyanyi sambil menabuh meja (mungkin latihan ngamen), ribut karena mereka saling pinjam alat tulis dengan temennya yang kadang temen yang lainnya nggak mau ngasih pinjam. Selain itu ada juga yang ribut karena ketahuan mencuri bekal makanan temannya dan bahkan ada yang pernah ketangkap basah mencuri uang temennya.

Tidak hanya itu, ada lagi keributan yang lebih serius, yaitu berkelahi di kelas. Pernah pada saat mengajar ada yang berkelahi sekaligus dua pasang, sepasang laki-laki dan sepasang perempuan, alasan berkelahinya nggak jelas kenapa. Cara mereka berkelahi sangat berbahaya. Sedangkan yang perempuan pukul-pukulan dan saling menjambak rambut lawannya…tapi lain halnya dengan anak cowok, anak perempuan yang kalah menangis sejadi-jadinya.

Saya sangat kaget melihat mereka berkelahi. Kemudian hal ini saya laporkan ke Pak Dedi, kata beliau hal demikian sudah biasa, bahkan ada satu anak laki-laki yang hampir tiap hari kerjaannya suka membuat nangis temen-temennya yang lain. Dan kalau cowok yang berkelahi kadang susah dilerai, nanti akan berkelahi lagi karena nggak puas, solusinya adalah dengan diselesaikan di luar kelas. Tapi untung saja perkelahian mereka waktu itu sudah selesai di dalam kelas dan ironinya ternyata yang berkelahi adalah ketua kelasnya.

Saya menyimpulkan dari tingkah laku sebagian mereka ini adalah akibat dari kehidupan sehari-harinya yang keras, nggak ada aturan, “the rule is no rule”, nggak ada bimbingan orang tua, oleh karena itu pendidikan adalah mutlak sebelum mereka berubah menjadi brutal ketika beranjak dewasa. Jangan sampai, menurut salah satu temen Pak Dedi yg pernah ke Calcuta India, disana pengamen bis kota,  kalau gak dikasih malah nodong dompet penumpang. Hal inilah yang menjadi concern kita semua karena dengan membimbing mereka berarti akan mengurangi angka kriminalitas di masa depan. At least mereka di sekolah ini tahu mana yang baik dan mana yang buruk, dan kenapa harus ikuti yang baik. Lebih jauh lagi menancapkan keimanan dan ketaatan kepada agama sebagai tameng dan bekal hidup mereka kelak.

Namun ada sedikit pertanyaan yang menggelitik dalam pikiran saya : “Apakah dengan membantu mereka akan memancing anak-anak jalanan dari daerah atau kota lain ke Jakarta ? Sehingga mereka berbondong-bondong ke Jakarta ?“. Wah kalau bikin berbondong-bondong ke sini mah nanti bisa-bisa dimarahin Bang Yos. Saya kira mereka tidak akan terpancing kesini, sepanjang kita tidak menggembar-gemborkannya sehingga mereka yang di luar kota tahu dan sepanjang kemakmuran di daerah meningkat serta lapangan pekerjaan di daerah banyak. Nah itu tugasnya p-e-m-e-r-i-n-t-a-h agar kemakmuran di daerah meningkat. So Let’s Help Them Without Any Publicity & Let’s Help Our Government DoThe Best For Our Country.

Tapi di lain pihak ada sebuah program acara Televisi yang saya tidak setuju, yaitu acara MIMPI ANAK JALANAN. Karena dikhawatirkan akan memancing anak-anak dari luar Jakarta, selain itu akan membuat anak-anak jalanan yang lain ngiri. Idenya sih bagus ingin memberikan santunan dan menggembirakan anak jalanan dengan memberikan berbagai macam hadiah yang dia impikan. Kebetulan suatu kali saya pernah menyaksikan acara tersebut. Saat itu seorang anak jalanan yang menjadi tukang asongan diberikan 7 jenis hadiah, dari mulai baju, radio, jalan-jalan, sepeda, televisi, kalung dan uang sejuta rupiah.

Memberinya adalah tidak salah, namun efek dari penayangan itu yang ditonton secara luas oleh seluruh pemirsa di tanah air, termasuk anak jalanan yang dikhawatirkan memancing mereka dari kota lain pindah. Karena yang namanya anak jalanan itu bisa mobile, kalau udah gede dikit aja mereka bisa pindah kemana saja sesuka mereka dengan menumpang kereta barang, truk atau jadi penumpang gelap di kereta dengan menyamar jadi pengamen.

Hal ini bisa disaksikan di film yang digarap oleh Garin Nugroho yang berjudul “Daun Di Atas Bantal”. Film itu mengangkat kisah nyata tentang kehidupan anak-anak jalanan di Yogyakarta, dimana Bu Asih yang diperankan oleh Christin Hakim tidak berdaya mengasuh anak-anaknya hingga dewasa, satu persatu anak-anaknya meninggal. Dimana salah satu anaknya yang menjadi pengamen meninggal gara-gara kepalanya kepentok terowongan kereta api ketika numpang di atas gerbong karena berusaha kabur dari “rumahnya”. Dalam film itu diceritakan pula, anak-anaknya yang lain meninggal karena dijailin temennya dikurung di dalam got yang tertutup saat ngelem (sakau ala anak jalanan biasanya dengan cara menghirup lem aibon), dan yang satunya lagi dibunuh oleh mafia industri jasa tertentu.

SOLUSI PENANGANAN ANAK JALANAN

Idealnya sih, mereka dibekali dengan keterampilan apa saja agar kelak mereka bisa mandiri, dan sekolah juga kalau bisa mandiri, terus mereka pulang kampung (kalau yg dari kampung) usaha sendiri membangun kampungnya masing-masing. Ternyata menurut Pak Dedi, idealisme ini pernah terjadi, anak-anak selain belajar mereka dilatih membuat kerajinan dari batu akik yang dibuat menjadi batu cincin, gelang, kalung dan manik-manik lainnya, lalu hasilnya dieksport ke Australia, dan di sana katanya laku. Kebetulan waktu itu, ada seorang voluntier eksportir kerajinan batu akik yang sudah berpengalaman yang mau mengajarkan ke anak-anak proses pembuatannya selepas jam sekolah. Jadi di sekolah mereka juga mendapatkan uang. Namun idealisme itu berhenti karena kepindahan voluntier tersebut pindah ke Amerika.

Lebih ideal lagi dan memang seharusnya adalah mereka dibina di panti-panti yang sekaligus tempat mereka dididik, belajar dan mengembangkan diri, sehingga keseharian mereka tetap terawasi. Dan alhamdulillah kita sudah mulai ke arah sana, sekarang sudah ada 10 orang anak yang tinggal di sekolah, dengan segala keterbatasan

MASALAH YANG DIHADAPI SD INI

Kesejahteraan guru adalah hal yang paling penting ditingkatkan dan didahulukan, saat ini ada 12 guru, diantaranya ada 1 orang yang sukarelawan, yang lainnya adalah sehari-harinya guru di situ dan digaji seadanya dari donatur. Kadang-kadang gajiannya diutang dulu kalau pas nggak ada donatur yang ngasih, atau sekolah pinjam dulu ke siapa saja. Mereka digaji sebulan rata-rata 250 ribu sampai 350 ribu rupiah, jumlah ini tentunya jauh dibawah UMP DKI yang mencapai sekitar 764 ribu dan setelah kenaikan BBM katanya berubah lagi menjadi Rp 819.100. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, sebagian guru, ada yang nyambi jadi tukang ojeg dan sebagian lagi mengajar di tempat kursus atau les privat.

Kenapa kesejahteraan guru yang pertama harus ditingkatkan, karena guru juga manusia punya rasa punya hati jangan samakan dengan robot, dikhawatirkan semangat dan idealisme mereka akan luntur dan hilang karena tuntutan ekonomi mereka tidak tercukupi.
Pak Dedi meminta saya untuk membantu memikirkan masalah ini, kemudian saya mencoba mengirimkan proposal ke beberapa LSM termasuk yang menjadi penyalur Zakat, Infaq dan Shodaqoh, tapi setelah menunggu beberapa minggu mereka tidak bisa membantu, karena katanya dananya terkuras ke ACEH, LSM yang lain tidak bisa membantu karena sudah mempunyai binaan sekolah terbuka.

Saya bisa memahami hal tersebut. Karena anak jalanan di Jakarta ini banyak sekali. Menurut hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Badan Pusat Statistik Republik Indonesia tahun 1998 memperlihatkan bahwa anak jalanan secara nasional berjumlah sekitar 2,8 juta anak. Dua tahun kemudian, tahun 2000, angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 5,4%, sehingga jumlahnya menjadi 3,1 juta anak. Pada tahun yang sama, anak yang tergolong rawan menjadi anak jalanan berjumlah 10,3 juta anak atau 17, 6% dari populasi anak di Indonesia, yaitu 58,7 juta anak (Soewignyo, 2002).

Anak jalanan di DKI Jakarta, sebagai salah satu kasus, berjumlah 31.304, sedangkan Panti Pemerintah yang memberikan pelayanan sosial terhadap mereka hanya berjumlah 9 panti, yaitu : 4 Panti Balita Terlantar, 4 Panti Anak Jalanan dan 1 Panti Remaja Putus Sekolah. Daya tampung keseluruhannya adalah 2.370 anak. Sementara itu, Panti Sosial Asuhan Anak yang diselenggarakan masyarakat berjumlah 58 Panti dengan daya tampung 3.338 anak dan pelayanan sosial kepada anak di luar panti sebanyak 3.200 anak. Secara akumulatif jumlah yang yang mendapat pelayanan Panti dan non-Panti adalah 8.908 anak dan yang belum tersentuh pelayanan pemerintah maupun organisasi sosial atau LSM adalah 22.396 anak (Profil Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, 2002). Persebaran anak jalanan di DKI Jakarta juga cukup merata. Data yang diterbitkan oleh Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial DKI Jakarta menyebutkan bahwa setidaknya ada 18.777 orang anak jalanan di DKI pada tahun 2003 saja.

Adapun jumlah pada tahun 2006 lebih banyak lagi, dengan asumsi rakyat miskin makin bertambah setelah kenaikan BBM yang katanya unavoidable itu dan berbagai bencana dimana-mana, anak putus sekolah makin bertambah, maka anak jalanan juga makin banyak. Menurut Komnas Perlindungan Anak, di Jakarta ini sekarang ada sekitar 75.000 anak Jalanan. Kalau tidak percaya silakan deh jalan-jalan deh sekali-kali pake metromoni, bis kota, KRL (the most favorite place for hang out bagi anak jalanan) atau sekali-kali makan di PKL, kira-kira ada 1 sampai 3 kali pengemen anak jalanan akan singgah. Apalagi kalau di bulan Ramadhan, biasanya bukan hanya di angkutan umum, atau tempat jajanan PKL tetapi di depan mesjid-mesjid umum sudah menanti anak jalanan yang menjadi pengemis. Kalau tidak kita tarik ke sekolah-sekolah atau panti-panti mereka akan memenuhi Ibu kota Jakarta ini, sehingga mungkin saja jalanan kota Jakarta ini akan menjadi lautan ANJAL (Anak Jalanan) kalau tidak ada perhatian dan tidak pernah ada usaha untuk mengatasinya.

Diantara bagian proposal (bisa diminta ke Yayasan bila hendak menjadi donatur), diantaranya kebutuhan bulanan operasional. Angka tersebut adalah angka minimal yang diimpikan oleh sekolah, yaitu minimal gaji guru sama dengan UMP DKI, ini adalah ideal yang minimal. Karena kalau 250-350 ribu sebulan, kata Pak Dedi takut mendzalimi guru, mengingat stress mengajar mereka di kelas, belum lagi harus teriak-teriak dan mengejar-ngejar murid nakal yang suka lari-lari di atas meja serta tingkah lainnya yang bikin adrenalin naik.

Selama ini pemasukan uang SD adalah dari personal pengurus LSM PKBI dan lembaga beasiswa yang jumlah seluruhnya hanya mencapai 1,7 juta (satu juta tujuh ratus ribu rupiah) sebulan, namun pemasukan ini sudah putus. Jadi sekarang hanya mengandalkan pribadi-pribadi donatur yang tidak teratur baik jumlah dan kepastiannya. Namun Alhamdulillah sejak Oktober ini ada donatur yang bersedia membantu yang InsyaAllah seterusnya. Adapun sumbangan yang lainnya bersifat individual dan spontan .

Dari pemasukan bulan kemarin, Ahamdulillah telah mencukupi opeasional per bulan, namun jika tanpa bantuan dari yang spontan dan tidak tetap maka sekolah akan selalu kekurangan, jadi masih perlu donatur yang tetap.

Sebagai catatan pihak sekolah tidak mau membebani muridnya sepeser pun karena takut muridnya pada kabur. Sebab kalau kabur mereka akan dimanfaatkan oleh preman yang akan dipekerjakan sebagai pengamen atau pengemis yang dituntut setoran tiap harinya. Sedangkan dalam rangka mendidik orang tua mereka agar menghargai pendidikan bahwa pendidikan itu perlu biaya, kalau kenaikan kelas baru mereka dimintai sumbangan, itu pun secara sukarela dalam bentuk kotak amal yang tidak memaksa, itu hanya sekedar kesadaran mereka.

Akhirnya sampai juga pada bagian akhir tulisan saya ini. Dalam sebuah ceramah, ada ustadz yang menceritakan pengalaman salah satu jama’ah mesjidnya seperti ini : pada suatu hari dia mengendarai kendaraan (BMW) di daerah Senen, ketika sampai di perempatan jalan, kebetulan lampu merah pas menyala, maka dia pun berhenti, ketika sedang menunggu lampu merah berganti, tiba-tiba ada suara seperti benturan kecil di sebelah kirinya.

Ternyata itu bukan suara benturan tetapi orang yang dengan innocent-nya mencongkel kaca spion BMW-nya. Tapi mungkin karena sudah terkendali emosinya, si pengendara mobil tersebut tidak bergeming. Dia hanya tertegun sambil berpikir kenapa orang itu berbuat demikian. Setelah lama merenungkan hal tersebut, dia berkesimpulan “Jangan-jangan secara tidak langsung saya juga ikut berkontribusi sehingga menyebabkan orang tersebut berbuat kriminal seperti itu”.

Karena dia pikir penyebabnya adalah mereka tidak punya sesuatu yang bisa dimakan, karena mereka tidak ada pekerjaan. Tidak ada pekerjaan karena tidak punya ilmu atau keterampilan, hal ini disebabkan karena mereka tidak mengenyam pendidikan. Dan pendidikan tanggung jawab kita semua. Sehingga mungkin karena selama ini dia bersikap “I don’t give a damn” dengan nasib mereka, maka dia berkesimpulan “Jangan-jangan secara tidak langsung saya juga ikut berkontribusi sehingga menyebabkan terjadinya kriminalitas tersebut”. Maka diikhlaskanlah sebelah kaca spion BMW-nya itu, dan menganggapnya sebagai infaq buat menyelamatkan perut si pencuri tersebut…So…let’s give a damn”

Nah, dari cerita tadi saya mengajak saudara-saudara sekalian, untuk concern terhadap masalah pendidikan anak jalanan ini. Issu anak jalanan ini adalah issu kemanusiaan yang universal. Namun jika dilihat dari sudut pandang agama Islam mereka adalah miskin/yatim dan kalau dalam ajaran Islam menjadi perhatian khusus, sehingga ada surat/firman khusus dalam Al-Qur’an tentang mereka. Firman Allah yang dimaksud: “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama, itulah orang-orang yang menindas (tidak membela) anak-anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makanan kepada orang-orang miskin (ignorance). (Surah Al Ma’un ayat 1-3). Bahkan ternyata ada satu ayat yang lebih keras lagi agar kita memperhatikan si miskin, dan ayat ini jarang sekali kita dengar dari para ustadz di TV-TV itu, silakan lihat dalam Al-Qur’an surat Al-Muddatsir ayat 42-44.

Seseorang muslim sanggup mendirikan sembahyang, haji dan melaksanakan ibadat-ibadat yang lain. Namun, kepercayaan seseorang terhadap agama Allah itu tidaklah dapat dinilai dengan sembahyang semata-mata, sebab Islam bukanlah agama kulit dan agama upacara. Rasul besabda : “Tidaklah beriman seseorang apabila dia sendiri kenyang sedangkan ia tahu tetangganya ada yang kelaparan” Sesungguhnya hakikat iman itu mempunyai ciri-ciri alamat yang membuktikan kewujudannya.

Pemerintah sudah berusaha tetapi tidak bisa maksimal, misalnya dengan mendirikan rumah singgah, namun ada yang efektif dan ada yang tidak, karena di dalamnya ada yang ada kegiatan dan yang tidak. Lagi pula pemerintah sudah kebanyakan masalah. Apapun dan sekecil apapun sumbangsih saudara sekalian adalah merupakan secercah harapan bagi mereka. Mungkin secangkir kopi Starbuck yang nggak jadi anda beli, tapi dialihkan sebagai bentuk kepedulian kepada anak jalanan, akan sangat berarti bagi  mereka. Jangan sampai nasib terbaik bagi mereka adalah nasib tidak terlahir ke dunia ini, padahal mereka sudah kadung dilahirkan ke dunia ini.

Saya berharap kepada saudara-saudara sekalian atas bantuannya, kalau tidak bisa mohon memberikan referensi kepada siapa atau ke institusi apa saja agar SD ini mendapat dukungan, karena setahu saya ada institusi atau company yang punya dana atau program yang menyangkut social responsibility. Perlu diketahui bahwa SD ini juga ikut memberikan pendampingan ke sekolah-sekolah non formal anak jalanan lainnya di wilayah Jakarta ini, diantaranya ada sekolah non formal yang berada di pinggir rel kereta pejompongan dll. Sehingga dengan membantu SD ini berarti membantu Sekolah anak jalanan yang lainnya juga.

Dukungan dan bantuan dari masyarakat adalah mutlak, Pak Dedi dan Guru-gurunya nggak bisa berbuat apa-apa kalau tanpa bantuan masyarakat. Mereka bukanlah orang-orang hebat. Pak Dedi juga pernah mengaku kepada saya bahwa pada saat dukungan masyarakat semakin menipis, dia berpikiran untuk keluar dari Sekolah itu, yang dapat diartikan sekolah bubar karena tanpa beliau nggak ada lagi yang bisa diandalin. Cuma setelah mengutarakan niat resign dari sekolah tersebut, ibu-ibu gurunya pada menangis. Melihat tangisan ibu-ibu guru tersebut Pak Dedi mengurungkan niat resign-nya dari sekolah tersebut..

Sekian dan mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak seharusnya dituliskan.….

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Hanhan Haeruman…

Terimakasih kepada Lintas Milis yang telah mengadakan baksos dan klinik gratis

February 14th, 2008
Kami dari segenap pengurus Yayasan Nurani
Insani, mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya, atas terselenggaranya baksos dan pengobatan gratis di sekolah
kami
khususnya untuk murid dan orang tua murid sekolah yang menjadi korban banjir.

Berikut adalah laporan dari Putri (panitia lintas milis) yang kami terima via
email 

Thanks tuk team Lintas Milis:
Bu Lies (PROFEC)
Broer Charlie (KEMAH)
Wiko (KKS Melati)
Tri (PROFEC)
Aziz (PROFEC)
Yeti (PROFEC)
Bp Ted Samuel (PROFEC)
Mutia (KKS Melati & IFC)
Obby (1001 buku)
Merry (1001 buku)
Vivi (Prambors)
Annisa (Prambors)
Fifih (Prambors)
Mamik
Daurie (KKS Melati)
Aya (KKS Melati)
Nanda (KKS Melati)
Suan (KKS Melati)
Okta dgn pipi marshmellow nya (KKS Melati)
Akmal
Liz
Meina
Lan
Aresto
Okta’s friend
Deddy (PROFEC)
Linda Lapian & Family (Kemah)
Ibu Diah
Ibu Ietje
Tense & sister
Dr. Peter
Dr. Hendi
Dr. Arifin
Dr. Feby
Dr. Karim
Dr. Olivia
Dr. Vivi
Dr. Lisda
Dr. Imam (EPSI Foundation)
Dr. Rahmani (RS. Pelni)
Bp. Hanhan (Nurani Insani)
Bp. Dedi & Istri (Nurani Insani)
Bp. Aji (Nurani Insani)
Warga Petamburan 3

Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk teman-teman Tim. Suatu pengalaman yang
berharga buat saya, untuk bisa bekerja sama dengan kalian semua. Semoga kita
bisa bertemu dan bekerja sama kembali dalam event lainnya. Love u all guys!!

Untuk Ikhwan Sopa (milis Moderator), Herman Jambak (Saudagar minang) terima
kasih karna sudah memforward email kami, sehingga kami bisa mendapatkan respon
yang baik dari komunitas lain di luar Lintas Milis dan mendapatkan teman baru
yang hebat seperti Ibu Ietje dan Bp Ardiansyah. Agus Hamonangan (Frorum Pembaca
Kompas), Rully, Erika untuk doa nya walaupun mereka tidak sempat hadir hari
sabtu kemarin.

PROFEC, yang sudah memberikan sekertariatnya sebagai posko, tempat untuk
mencurahkan letih, ide, hasrat dari tim ini.

Bantuan yang sudah berhasil di drop:

05/02/2007           Nasi bungkus, Susu, Biskuit, Beras, Minyak
                           goreng, Pakaian layak pakai
07/02/2007          Nasi bungkus
08/02/2007          Nasi bungkus & Air Mineral
09/02/2007          Nasi bungkus
10/02/2007          Pelayanan Kesehatan, Sabun cuci, Pasta
                          gigi, Shampo, Sabun mandi, Air
                          mineral, Susu, Biskuit, Nasi bungkus,
                          Pakaian layak pakai, Obat-obatan

Sampai saat ini, posko masih kita buka. Kita masih menerima bantuan dalam
bentuk apapun sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Latest information: Pasien yang kemaren tidak bisa datang ke posko kesehatan,
Ibu Juniah usia 75 th yang mengalami Diare, terpaksa harus di periksa oleh Dr.
Hendi di rumahnya karna kondisinya yang sudah tidak sanggup untuk Jalan. Minggu
pagi sempat drop, karna dehidrasi, yang akibatnya sempat muntah2 dan menggigil.
Berkat kesigapan dari Tim Lintas Milis tuk Persaudaraan dan kerjasama yang baik
dengan Ketua RT setempat dan juga Tim dokter RS PELNI, Ibu Juniah bisa langsung
di rawat di RS Pelni dan keadaannya hari ini sudah semakin membaik. 

Laporan posko kesehatan:

Acara berlangsung dari jam 09.00 s/d 14.30 dan relatif lancar. Total pasien
yang kemarin berhasil di tangani, sebanyak 137 orang, melebihi target kita yang
hanya 100 orang. 

My special thanks tuk:
Bu Lies          : Yang setiap hari selalu menemani saya until
                       midnite.
Daurie           : thanks tuk cerita lucu pengobat stress nya
Wiko             : thanks tuk kata-kata bijak nya
1001 buku     : Yang bersedia meluangkan waktunya tuk
                      games, walaupun akhirnya batal
Prambors       : Kalian tampak bersemangat sekali hari sabtu kemaren. Bravo!!
Linda            : Thanks ya jeng… untuk supportnya
Ibu Ietje        : Ibu datang di saat ide untuk posko sedang kami bahas. Thanks
a
                      lot. Gbu!!
Ardiansyah     : Siap tuk next event? J
Yeti              : Melewati banjir.. maju terus..
Tri & Aziz      : Thanks udah jadi bodyguard saya dan Bu Lies J
Dr. Feby & Dr. Arifin         : Kedatangan kalian tepat sekali
Dr. Peter & Dr. hendi        : Memang 2 dokter ini dokternya
                                         Lintas Milis ;))
Dr. Karim                         : Thanks ya Pak
Dr. Dewi                          : Terima kasih atas supportnya
Dr. Rahmani                     : Terima kasiih atas obat2an nya
                                         dan kerjasama yang baik dari RS.
                                         Pelni
Dr. Imam (EPSI Foundation): Thanks untuk responnya yg cepat

N untuk yang lain… siap untuk event berikut nya kan???  :D 

God bless u all!!

Regards,
Putri
(for Tim Lintas Milis tuk Persaudaraan)

Sepenggal cerita dari Putri (Panitia Klinik Gratis untuk korban banjir di sekolah)

February 14th, 2008
Dear friends….

Sabtu kemaren, dokter lintas milis yaitu dr. Hendi, memeriksa ibu juniah ini di
rumahnya.. yang pada saat itu rumahnya masih dalam keadaan berantakan, karena
banjir baru saja surut. Bau lembab dan lumpur terasa sangat menyengat. Ibu ini
menderita Diare akut. Waktu kami datang dia sudah dalam keadaan lemas dan
buang-buang air non stop. 

Ketika saya datang untuk mengantarkan obat ke rumah ibu ini, Ibu juniah sempat
menangis waktu saya menyuapkan obat ke beliau. Hati saya tersentak.. entah
mengapa, saya merasakan suatu kepedihan yang mendalam. Lalu saya menidurkan Ibu
Juniah di atas sebuah triplek, karna kasur di rumah itu masih basah dan belum
layak pakai.

Sorenya sebelum saya pulang, saya mampir ke rumah Ibu Juniah lagi tuk melihat
keadaannya. Saya sempatkan tuk mengantarkan sedikit makanan dan susu untuk
keluarga Ibu Juniah ini. Dan waktu saya pamit, saya di hantarkan dengan
tangisannya yang di satu sisi merasakan sakit dan di sisi lain karna
kebahagiaannya merasakan perhatian yang tidak seberapa ini dari saya dan
teman-teman.

Jam 14.30 Posko di tutup. Dan saya, Bu Lies, Charles, Wiko, Mutia, Daurie, Tri,
Yeti sempatkan tuk mampir ke sekertariat PROFEC. Dan waktu kami sedang ngobrol..
saya sempat teringat kembali pada Ibu Juniah ini, dan hal ini saya utarakan pada
teman-teman… tapi ketika saya sudah sampai di rumah… hal itu pun terlupakan,
karna mungkin keadaan saya yang sudah drop banget. 

Namun tiba2 minggu pagi saya mendapat kabar dari kontak person di Petamburan,
bahwa ibu Juniah kembali drop keadaannya, karna sudah muntah-muntah dan
menggigil. Dengan seluruh kekuatan saya yang masih tersisa dan bantuan
koordinasi dari dr. Rahmani di RS Pelni, Ibu Juniah berhasil kita evakuasikan
ke RS. Pelni untuk menjalani rawat inap. 

Kemudian Senin malam, saya menyempat kan diri tuk membesuknya usai jam kantor.
Saya tiba di RS Pelni jam 19.00, di temani oleh Tri (PROFEC) kami begitu
bersemangat ketika kami masuk ke ruangan kelas 3, kami melihat keadaan ibu
Juniah yang sudah jauh lebih baik dari hari Sabtu kemaren. Dia sudah bisa
bernyanyi-nyanyi. Waktu dia melihat kami datang, dia sempat menangis, karna dia
sempat mengira kalau kami sudah melupakan dia. Dia memberikan saya sebuah
pelukan hangat dan kecupan sayang. Kemudian saya genggam tangannya, dan kami
sempat tertawa bersama. Dan kami larut dalam sebuah suasana yang hangat, bahkan
keluarganya pun memperlakukan kami sebagai bagian dari keluarga mereka. Sampai
saya berbicara dengan anaknya Ibu Juniah, yang saya panggil Kakak, Tanpa saya
sadari saya memanggil Ibu Juniah dengan panggilan mama. Ya, buat saya… ini
adalah keluarga baru saya. Dalam sekejap sakit punggung yang saya rasakan
hilang dan tergantikan oleh Kebahagiaan yang begitu besar. 

Saya dan Tri pun berpamitan, karna waktu sudah menunjukkan pukul 20.00.
Sepanjang perjalan pulang, saya sempat berbagi kebahagiaan ini dengan Bu Lies
dan Wiko.

Namun pagi ini, saya mendapatkan berita lain.. Ibu Juniah mengalami demam
hingga 39 derajat, dan keadaannya kembali drop.  Rasanya tubuh ini ingin segera
lari untuk memeluk nya :( Ya Tuhan.. Kiranya engkau memberikan dia kesembuhan…
Engkau berkati tangan-tangan dokter yang mengobatinya dan juga obat-obat yang
diminumnya. Amien…

Peace & love, 

PUTRI

-Bila engkau penat menempuh jalan panjang, menanjak dan berliku.. dengan
perlahan ataupun berlari, berhenti dan duduklah diam.. pandanglah ke atas..
‘Dia’ sedang melukis pelangi untukmu…-..

RISALAH ZAKAT

February 14th, 2008
Hukum Zakat
    Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok
bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu)
atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk
dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur
secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah, sekaligus
merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang
sesuai dengan perkembangan ummat manusia..

    Macam-macam Zakat
    a. Zakat Nafs (jiwa), juga disebut zakat fitrah.
    b. Zakat Maal (harta)

    Syarat-syarat Wajib Zakat
    a. Muslim
    b. Aqil
    c. Baligh
    d. Memiliki harta yang mencapai nishab

    ZAKAT MAAL ———–>  Zakat Profesi dibahas paling bawah
    1.  Pengertian Maal (harta)
    1.1. Menurut bahasa (lughat), harta adalah segala sesuatu yang diinginkan
sekali sekali
          oleh manusia untuk memiliki, memanfaatkan dan menyimpannya
    1. 2. Menurut syar’a, harta adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki
(dikuasai) dan dapat ———digunakan (dimanfaatkan) menurut ghalibnya
(lazim).
    ——sesuatu dapat disebut dengan maal (harta) apabila memenuhi 2 (dua)
syarat, yaitu:
    a.  Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dikuasai
    b. Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya. Misalnya rumah, mobil,
ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dll..

    2. Syarat-syarat Kekayaan yang Wajib di Zakati
    2.1.  Milik Penuh (Almilkuttam)
    Yaitu : harta tersebut berada dalam kontrol dan kekuasaanya secara penuh,
dan dapat diambil manfaatnya secara penuh. Harta tersebut didapatkan melalui
proses pemilikan yang dibenarkan menurut syariat islam, seperti : usaha,
warisan, pemberian negara atau orang lain dan cara-cara yang sah. Sedangkan
apabila harta tersebut diperoleh dengan cara yang haram, maka zakat atas harta
tersebut tidaklah wajib, sebab harta tersebut harus dibebaskan dari tugasnya
dengan cara dikembalikan kepada yang berhak atau ahli warisnya.
    2.2.  Berkembang
    Yaitu : harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila diusahakan atau
mempunyai potensi untuk berkembang.
    2.3. Cukup Nishab
    Artinya harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan
ketetapan syara’. sedangkan harta yang tidak sampai nishabnya terbebas
dari Zakat
    2.4.  Lebih Dari Kebutuhan Pokok (Alhajatul Ashliyah)
    Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan
keluarga yang menjadi tanggungannya, untuk kelangsungan hidupnya. Artinya
apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi yang bersangkutan tidak dapat hidup
layak. Kebutuhan tersebut seperti kebutuhan primer atau kebutuhan hidup minimum
(KHM), misal, belanja sehari-hari, pakaian, rumah, kesehatan, pendidikan, dsb.
    2.5. Bebas Dari hutang
    Orang yang mempunyai hutang sebesar atau mengurangi senishab yang harus
dibayar pada waktu yang sama (dengan waktu mengeluarkan zakat), maka harta
tersebut terbebas dari zakat.
    2.6.  Berlalu Satu Tahun (Al-Haul)
    Maksudnya adalah bahwa pemilikan harta tersebut sudah belalu satu tahun.
Persyaratan ini hanya berlaku bagi ternak, harta simpanan dan perniagaan.
Sedang hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat
haul.

    3. Harta(maal) yang Wajib di Zakati
    3.1. Binatang Ternak
    Hewan ternak meliputi hewan besar (unta, sapi, kerbau), hewan kecil
(kambing, domba) dan unggas (ayam, itik, burung).
    3.2.  Emas Dan Perak
    Emas dan perak merupakan logam mulia yang selain merupakan tambang elok,
juga sering dijadikan perhiasan. Emas dan perak juga dijadikan mata uang yang
berlaku dari waktu ke waktu. Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang
(potensial) berkembang. Oleh karena syara’ mewajibkan zakat atas keduanya,
baik berupa uang, leburan logam, bejana, souvenir, ukiran atau yang lain.
    Termasuk dalam kategori emas dan perak, adalah mata uang yang berlaku pada
waktu itu di masing-masing negara. Oleh karena segala bentuk penyimpanan uang
seperti tabungan, deposito, cek, saham atau surat berharga lainnya, termasuk
kedalam kategori emas dan perak. sehingga penentuan nishab dan besarnya zakat
disetarakan dengan emas dan perak.
    Demikian juga pada harta kekayaan lainnya, seperti rumah, villa, kendaraan,
tanah, dll. Yang melebihi keperluan menurut syara’ atau dibeli/dibangun
dengan tujuan menyimpan uang dan sewaktu-waktu dapat di uangkan. Pada emas dan
perak atau lainnya yang berbentuk perhiasan, asal tidak berlebihan, maka tidak
diwajibkan zakat atas barang-barang tersebut.
    3.3. Harta Perniagaan
    Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan
dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian,
makanan, perhiasan, dll. Perniagaan tersebut di usahakan secara perorangan atau
perserikatan seperti CV, PT, Koperasi, dsb.
    3.4. Hasil Pertanian
    Hasil pertanian adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai
ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman
hias, rumput-rumputan, dedaunan, dll.
    3.5. Ma-din dan Kekayaan Laut
    Ma’din (hasil tambang) adalah benda-benda yang terdapat di dalam perut
bumi dan memiliki nilai ekonomis seperti emas, perak, timah, tembaga, marmer,
giok, minyak bumi, batu-bara, dll. Kekayaan laut adalah segala sesuatu yang
dieksploitasi dari laut seperti mutiara, ambar, marjan, dll.
    3.6 Rikaz
    Rikaz adalah harta terpendam dari zaman dahulu atau biasa disebut dengan
harta karun. Termasuk didalamnya harta yang ditemukan dan tidak ada yang
mengaku sebagai pemiliknya.

    NISHAB DAN KADAR ZAKAT
    1. HARTA PETERNAKAN
    a. Sapi, Kerbau dan Kuda
    Nishab kerbau dan kuda disetarakan dengan nishab sapi yaitu 30 ekor.
Artinya jika seseorang telah memiliki sapi (kerbau/kuda), maka ia telah terkena
wajib zakat.
    Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh At Tarmidzi dan
Abu Dawud dari Muadz bin Jabbal RA, maka dapat dibuat tabel sbb :

    Jumlah Ternak(ekor)

    Zakat
    30-39
    	1 ekor sapi jantan/betina tabi’ (a)
    40-59 	1 ekor sapi betina musinnah (b)
    60-69 	2 ekor sapi tabi’
    70-79 	1 ekor sapi musinnah dan 1 ekor tabi’
    80-89 	2 ekor sapi musinnah
    Keterangan :
    a. Sapi berumur 1 tahun, masuk tahun ke-2
    b. Sapi berumur 2 tahun, masuk tahun ke-3

    Selanjutnya setiap jumlah itu bertambah 30 ekor, zakatnya bertambah 1 ekor
tabi’. Dan jika setiap jumlah itu bertambah 40 ekor, zakatnya bertambah 1
ekor musinnah.

    b. Kambing/domba
    Nishab kambing/domba adalah 40 ekor, artinya bila seseorang telah memiliki
40 ekor kambing/domba maka ia telah terkena wajib zakat.
    Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori
dari Anas bin Malik, maka dapat dibuat tabel sbb :

    Jumlah Ternak(ekor)

    Zakat
    40-120 	1 ekor kambing (2th) atau domba (1th)
    121-200 	2 ekor kambing/domba
    201-300 	3 ekor kambing/domba

    Selanjutnya, setiap jumlah itu bertambah 100 ekor maka zakatnya bertambah 1
ekor.

    c. Ternak Unggas (ayam,bebek,burung,dll) dan Perikanan
    Nishab pada ternak unggas dan perikanan tidak diterapkan berdasarkan jumlah
(ekor), sebagaimana halnya sapi, dan kambing. Tapi dihitung berdasarkan skala
usaha.
    Nishab ternak unggas dan perikanan adalah setara dengan 20 Dinar (1 Dinar =
4,25 gram emas murni) atau sama dengan 85 gram emas. Artinya bila seorang
beternak unggas atau perikanan, dan pada akhir tahun (tutup buku) ia memiliki
kekayaan yang berupa modal kerja dan keuntungan lebih besar atau setara dengan
85 gram emas murni, maka ia terkena kewajiban zakat sebesar 2,5 %

    Contoh :
    Seorang peternak ayam broiler memelihara 1000 ekor ayam perminggu, pada
akhir tahun (tutup buku) terdapat laporan keuangan sbb:
    1.Ayam broiler 5600 ekor seharga
    2.Uang Kas/Bank setelah pajak
    3.Stok pakan dan obat-obatan
    4. Piutang (dapat tertagih)
    Rp 15.000.000
    Rp 10.000.000
    Rp 2.000.000
    Rp 4.000.000
    Jumlah
    Rp 31.000.000
    5. Utang yang jatuh tempo
    Rp 5.000.000
    Saldo
    Rp26.000.000

    Besar Zakat = 2,5 % x Rp.26.000.000,- = Rp 650.000
    Catatan :
       Kandang dan alat peternakan tidak diperhitungkan sebagai harta yang
wajib dizakati.
       Nishab besarnya 85 gram emas murni, jika @ Rp 25.000,00 maka 85 x Rp
25.000,00 = Rp 2.125.000,00

    d. Unta
    Nishab unta adalah 5 ekor, artinya bila seseorang telah memiliki 5 ekor
unta maka ia terkena kewajiban zakat. Selanjtnya zakat itu bertambah, jika
jumlah unta yang dimilikinya juga bertambah
    Berdasarkan hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Anas
bin Malik, maka dapat dibuat tabel sbb:
    Jumlah(ekor)

    Zakat
    5-9
    	1 ekor kambing/domba (a)
    10-14 	2 ekor kambing/domba
    15-19 	3 ekor kambing/domba
    20-24 	4 ekor kambing/domba
    25-35 	1 ekor unta bintu Makhad (b)
    36-45 	1 ekor unta bintu Labun (c)
    45-60 	1 ekor unta Hiqah (d)
    61-75 	1 ekor unta Jadz’ah (e)
    76-90 	2 ekor unta bintu Labun (c)
    91-120 	2 ekor unta Hiqah (d)

    Keterangan:
    (a) Kambing berumur 2 tahun atau lebih, atau domba berumur satu tahun atau
lebih.
    (b) Unta betina umur 1 tahun, masuk tahun ke-2
    (c) Unta betina umur 2 tahun, masuk tahun ke-3
    (d) Unta betina umur 3 tahun, masuk tahun ke-4
    (e) Unta betina umur 4 tahun, masuk tahun ke-5

    Selanjutnya, jika setiap jumlah itu bertambah 40 ekor maka zakatnya
bertambah 1 ekor bintu Labun, dan setiap jumlah itu bertambah 50 ekor, zakatnya
bertambah 1 ekor Hiqah.

    2. EMAS DAN PERAK
    Nishab emas adalah 20 dinar (85 gram emas murni) dan perak adalah 200
dirham (setara 672 gram perak). Artinya bila seseorang telah memiliki emas
sebesar 20 dinar atau perak 200 dirham dan sudah setahun, maka ia telah terkena
wajib zakat, yakni sebesar 2,5 %.

    Demikian juga segala macam jenis harta yang merupakan harta simpanan dan
dapat dikategorikan dalam “emas dan perak”, seperti uang tunai,
tabungan, cek, saham, surat berharga ataupun yang lainnya. Maka nishab dan
zakatnya sama dengan ketentuan emas dan perak, artinya jika seseorang memiliki
bermacam-macam bentuk harta dan jumlah akumulasinya lebih besar atau sama
dengan nishab (85 gram emas) maka ia telah terkena wajib zakat (2,5 %).

    Contoh :
    Seseorang memiliki simpanan harta sebagai berikut :
    Tabungan
    Uang tunai (diluar kebutuhan pokok)
    Perhiasan emas (berbagai bentuk)
    Utang yang harus dibayar (jatuh tempo)
    Rp 5 juta
    Rp 2 juta
    100 gram
    Rp 1.5 juta

    Perhiasan emas atau yang lain tidak wajib dizakati kecuali selebihnya dari
jumlah maksimal perhiasan yang layak dipakai. Jika layaknya seseorang memakai
perhiasan maksimal 60 gram maka yang wajib dizakati hanyalah perhiasan yang
selebihnya dari 60 gram.

    Dengan demikian jumlah harta orang tersebut, sbb :
    1.Tabungan
    2.Uang tunai
    3.Perhiasan (10-60) gram @ Rp 25.000
    Rp 5.000.000
    Rp 2.000.000
    Rp 1.000.000
    Jumlah
    Rp 8.000.000
    Utang
    Rp 1.500.000
    Saldo
    Rp 6.500.000

    Besar zakat = 2,5% x Rp 6.500.000 = Rp 163.500,-\
    Catatan :
    Perhitungan harta yang wajib dizakati dilakukan setiap tahun pada bulan
yang sama.

    3. PERNIAGAAN
    Harta perniagaan, baik yang bergerak di bidang perdagangan, industri,
agroindustri, ataupun jasa, dikelola secara individu maupun badan usaha
(seperti PT, CV, Yayasan, Koperasi, Dll) nishabnya adalah 20 dinar (setara
dengan 85gram emas murni). Artinya jika suatu badan usaha pada akhir tahun
(tutup buku) memiliki kekayaan (modal kerja danuntung) lebih besar atau setara
dengan 85 gram emas (jika pergram Rp 25.000,- = Rp 2.125.000,-), maka ia wajib
mengeluarkan zakat sebesar 2,5 %

    Pada badan usaha yang berbentuk syirkah (kerjasama), maka jika semua
anggota syirkah beragama islam, zakat dikeluarkan lebih dulu sebelum dibagikan
kepada pihak-pihak yang bersyirkah. Tetapi jika anggota syirkah terdapat orang
yang non muslim, maka zakat hanya dikeluarkan dari anggota syirkah muslim saja
(apabila julahnya lebih dari nishab)

    Cara menghitung zakat :
    Kekayaan yang dimiliki badan usaha tidak akan lepas dari salah satu atau
lebih dari tiga bentuk di bawah ini :
    1. Kekayaan dalam bentuk barang
    2. Uang tunai
    3.  Piutang

    Maka yang dimaksud dengan harta perniagaan yang wajib dizakati adalah yang
harus dibayar (jatuh tempo) dan pajak.

    Contoh :
    Sebuah perusahaan meubel pada tutup buku per Januari tahun 1995 dengan
keadaan sbb :

    1.Mebel belum terjual 5 set
    2.Uang tunai
    3. Piutang
    Rp 10.000.000
    Rp 15.000.000
    Rp 2.000.000
    Jumlah
    Rp 27.000.000
    Utang & Pajak
    Rp 7.000.000
    Saldo
    Rp 20.000.000

    Besar zakat = 2,5 % x Rp 20.000.000,- = Rp 500.000,-

    Pada harta perniagaan, modal investasi yang berupa tanah dan bangunan atau
lemari, etalase pada toko, dll, tidak termasuk harta yang wajib dizakati sebab
termasuk kedalam kategori barang tetap (tidak berkembang)

    Usaha yang bergerak dibidang jasa, seperti perhotelan, penyewaan apartemen,
taksi, renal mobil, bus/truk, kapal laut, pesawat udara, dll, kemudian
dikeluarkan zakatnya dapat dipilih diantara 2 (dua) cara:

    4. Pada perhitungan akhir tahun (tutup buku), seluruh harta kekayaan
perusahaan dihitung, termasuk barang (harta) penghasil jasa, seperti hotel,
taksi, kapal, dll, kemudian keluarkan zakatnya 2,5 %.

    5. Pada Perhitungan akhir tahun (tutup buku), hanya dihitung dari hasil
bersih yang diperoleh usaha tersebut selama satu tahun, kemudian zakatnya
dikeluarkan 10%. Hal ini diqiyaskan dengan perhitungan zakat hasil pertanian,
dimana perhitungan zakatnya hanya didasarkan pada hasil pertaniannya, tidak
dihitung harga tanahnya.

    4. HASIL PERTANIAN
    Nishab hasil pertanian adalah 5 wasq atau setara dengan 750 kg. Apabila
hasil pertanian termasuk makanan pokok, seperti beras, jagung, gandum, kurma,
dll, maka nishabnya adalah 750 kg dari hasil pertanian tersebut.

    Tetapi jika hasil pertanian itu selain makanan pokok, seperti buah-buahan,
sayur-sayuran, daun, bunga, dll, maka nishabnya disetarakan dengan harga nishab
dari makanan pokok yang paling umum di daerah (negeri) tersebut (di negeri kita
= beras).

    Kadar zakat untuk hasil pertanian, apabila diairi dengan air hujan, atau
sungai/mata/air, maka 10%, apabila diairi dengan cara disiram / irigasi (ada
biaya tambahan) maka zakatnya 5%.

    Dari ketentuan ini dapat dipahami bahwa pada tanaman yang disirami zakatnya
5%. Artinya 5% yang lainnya didistribusikan untuk biaya pengairan. Imam Az
Zarqoni berpendapat bahwa apabila pengolahan lahan pertanian diairidengan air
hujan (sungai) dan disirami (irigasi) dengan perbandingan 50;50, maka kadar
zakatnya 7,5% (3/4 dari 1/10).

    Pada sistem pertanian saat ini, biaya tidak sekedar air, akan tetapi ada
biaya lain seperti pupuk, insektisida, dll. Maka untuk mempermudah perhitungan
zakatnya, biaya pupuk, intektisida dan sebagainya diambil dari hasil panen,
kemudian sisanya (apabila lebih dari nishab) dikeluarkan zakatnya 10% atau 5%
(tergantung sistem pengairannya).

    ZAKAT PROFESI
    Dasar Hukum

    Firman Allah SWT:
    dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan
orang miskin yang tidak dapat bagian
    (QS. Adz Dzariyat:19)

    Firman Allah SWT:
    Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah (zakat) sebagian dari hasil
usahamu yang baik-baik.
    (QS Al Baqarah 267)

    Hadist Nabi SAW:
    Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan merusak harta itu
    (HR. AL Bazar dan Baehaqi)

    Hasil Profesi
    Hasil profesi (pegawai negeri/swasta, konsultan, dokter, notaris, dll)
merupakan sumber pendapatan (kasab) yang tidak banyak dikenal di masa
salaf(generasi terdahulu), oleh karenanya bentuk kasab ini tidak banyak
dibahas, khusunya yang berkaitan dengan “zakat”. Lain halnya dengan
bentuk kasab yang lebih populer saat itu, seperti pertanian, peternakan dan
perniagaan, mendapatkan porsi pembahasan yang sangat memadai dan detail.
Meskipun demikian bukan berarti harta yang didapatkan dari hasil profesi
tersebut bebas dari zakat, sebab zakat pada hakekatnya adalah pungutan harta
yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin
diantra mereka (sesuai dengan ketentuan syara’). Dengan demikian apabila
seseorang dengan hasil profesinya ia menjadi kaya, maka wajib atas kekayaannya
itu zakat, akan tetapi jika hasilnya tidak mencukupi kebutuhan hidup (dan
keluarganya), maka ia menjadi mustahiq (penerima zakat). Sedang jika hasilnya
hanya sekedar untuk menutupi kebutuhan hidupnya, atau lebih sedikit maka
baginya tidak wajib zakat. Kebutuhan hidup yang dimaksud adalah kebutuhan
pokok, yakni, papan, sandang, pangan dan biaya yang diperlukan untuk
menjalankan profesinya.

    Zakat profesi memang tidak dikenal dalam khasanah keilmuan Islam, sedangkan
hasil profesi yang berupa harta dapat dikategorikan ke dalam zakat harta
(simpanan/kekayaan). Dengan demikian hasil profesi seseorang apabila telah
memenuhi ketentuan wajib zakat maka wajib baginya untuk menunaikan zakat.

    Contoh

    Akbar adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di kota Bogor,
memiliki seorang istri dan 2 orang anak.
    Penghasilan bersih perbulan Rp. 1.500.000,-.
    Bila kebutuhan pokok keluarga tersebut kurang lebih Rp.625.000 per bulan
maka kelebihan dari penghasilannya = (1.500.000 - 625.000) = Rp. 975.000
perbulan.
    Apabila saldo rata-rata perbulan 975.000 maka jumlah kekayaan yang dapat
dikumpulkan dalam kurun waktu satu tahun adalah Rp. 11.700.00 (lebih dari
nishab).
    Dengan demikian Akbar berkewajiban membayar zakat sebesar 2.5% dari saldo.

    Dalam hal ini zakat dapat dibayarkan setiap bulan sebesar 2.5% dari saldo
bulanan atau 2.5 % dari saldo tahunan.

    Harta Lain-lain
    1.  Saham dan Obligasi
    Pada hakekatnya baik saham maupun obligasi (juga sertifikat Bank) merupakan
suatu bentuk penyimpanan harta yang potensial berkembang. Oleh karenannya masuk
ke dalam kategori harta yang wajib dizakati, apabila telah mencapai nishabnya.
Zakatnya sebesar 2.5% dari nilai kumulatif riil bukan nilai nominal yang
tertulis pada saham atau obligasi tersebut, dan zakat itu dibayarkan setiap
tahun.
    Contoh:

    Nyonya Salamah memiliki 500.000 lembar saham PT. ABDI ILAHI, harga nominal
Rp.5.000/Lembar. Pada akhir tahun buku tiap lembar mendapat deviden Rp.300,-
    Total jumlah harta(saham) = 500.000 x Rp.5.300,- = Rp.2.650.000.000,-
    Zakat = 2.5% x Rp. 2.650.000.000,- = Rp. 66.750.000,- 	 

    2. Undian dan kuis berhadiah
    Harta yang diperoleh dari hasil undian atau kuis berhadiah merupakan salah
satu sebab dari kepemilikan harta yang diidentikkan dengan harta temuan
(rikaz). Oleh sebab itu jika hasil tersebut memenuhi kriteria zakat, maa wajib
dizakati sebasar 20% (1/5)
    Contoh:

    Fitri memenangkan kuis berhadiah TEBAK OLIMPIADE berupa mobil sedan seharga
Rp.52.000.000,- dengan pajak undian 20% ditanggung pemenang.
    Harta Fitri = Rp.52.000.000,- -Rp.10.400.000,- = Rp.41.600.000,-
    Zakat = 20% x Rp.41.600.000,- = RP.8.320.000,-

    3. Hasil penjualan rumah (properti) atau penggusuran
    Harta yang diperoleh dari hasil penjualan rumah (properti) atau
penggusuran, dapat dikategorikan dalam dua macam:

    1. Penjualan rumah yang disebabkan karena kebutuhan, termasuk penggusuran
secara terpaksa , maka hasil penjualan (penggusurannya) lebih dulu dipergunakan
untuk memenuhi apa yang dibutuhkannya. Apabila hasil penjualan (penggusuran)
dikurangi harta yang dibutuhkan jumlahnya masih melampaui nishab maka ia
berkewajiban zakat sebesar 2.5% dari kelebihan harta tersebut.
    Contoh:

    Pak Ahmad terpaksa menjual rumah dan pekarangannya yang terletak di sebuah
jalan protokol, di Jakarta, sebab ia tak mampu membayar pajaknya. Dari hasil
penjualan Rp.150.000.000,- ia bermaksud untuk membangun rumah di pinggiran kota
dan diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp.90.000.000,- selebihnya akan
ditabung untuk bekal hari tua.
    Zakat = 2.5% x (Rp.150.000.000,- - Rp.90.000.000,-)
    = Rp.1.500.000,-

    2. Penjualan rumah (properti) yang tidak didasarkan pada kebutuhan maka ia
wajib membayar zakat sebesar 2.5% dari hasil penjualannya.

    Yang dimaksud:

    ·         infaq adalah harta yang dikeluarkan oleh seseorang badan, diluar
zakat, untuk kemaslahatan umum; shadaqah adalah harta yang dikeluarkan seorang
muslim atau badan yang dimiliki oleh orang muslim, di luar zakat, untuk
kemaslahatan umum;

    ·         hibah adalah pemberian uang atau barang oleh seorang atau oleh
badan yang dilaksanakan pada waktu orang itu hidup kepada amil zakat atau
lembaga amil zakat;

    ·         wasiat adalah pesan atau memberikan suatu barang kepada badan
amil zakat atau lembaga amil zakat; pesan itu baru dilaksanakan sesudah pemberi
wasiat meninggal dunia dan sesudah diselesaikan penguburannya dan pelunasan
utang-utangnya, jika ada;

    ·         waris adalah harta tinggalan seorang yang beragama Islam, yang
diserahkan kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat berdasarkan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku;

    ·         kafarat adalah denda wajib yang dibayar kepada badan amil zakat
atau lembaga amil zakat oleh orang yang melanggar ketentuan agama

    Zakat merupakan deductible expenses, hal ini dimaksudkan pengurangan zakat
dari laba/pendapatan sisa kena pajak tidak terkena beban ganda, yakni kewajiban
membayar zakat dan pajak. Kesadaran membeyar zakat dapat memacu kesadaran
membayar pajak

    Mustahiq delapan ashnaf ialah fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim,
sabilillah, dan ibnussabil, yang di dalam aplikasinya dapat meliputi
orang-orang yang tidak berdaya secara ekonomi seperti anak-anak yatim piatu,
orang jompo, penyandang cacat, orang yang menuntut ilmu, pondok pesantren, anak
terlantar, orang yang terlilit utang, pengungsi yang terlantar, dan korban
bencana alam

    Pendayagunaan infaq, shadaqah, hibah, wasiat, waris, dan kafarat diutamakan
untuk usaha yang produktif agar daat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengadministrasian keuangannya dipisahkan dari pengadministrasian keuangan
zakat

    SOURCE : DD  REPUBLIKA

Kabar Terbaru dari Yayasan Nurani Insani (updated)

February 14th, 2008
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Kabar terbaru tahun 2007 dari sekolah kami adalah:

A. Sekolah telah melaksanakan kurban, kami mengucapkan terimakasih kepada
    yang telah ikut berkurban, semoga Allah SWT membalas dengan balasan yg
terbaik : 

Peserta iuran Qurban seekor Sapi, yaitu :
1. Ny. H. Betty Alisjahbana
2. Bpk. H. Mario Alisjahbana
3. Bpk. Januarto Alamsyah
4. Bpk. Samsudin
5. Ny. Wina Samsudin
6. Bpk. Dr. Nazar, dan
7. Ny. Een

Peserta Qurban kambing :
1. Ny. Oshi
2. Ny. Kirti
3. Bpk. Pradokso
4. Bpk. Arti
5. Bpk. Dedi
6. Bpk. H. Haris
7. Ny. Ira

Juga kami ucapkan terimakasih kepada yang selama tahun 2007 telah membantu kami

baik berupa dana maupun barang untuk keperluan sekolah dan panti kami.
Diantaranya ucapan terimakasih kepada :
1. Yang telah mengadakan buka puasa bersama dan santunan lebaran, yaitu
    Ibu Betty Alisjahbana dkk angk ITB 79, Ibu Puji dkk BDI Petro China, Bpk
Bambang     Kardono dkk KM British Petroleum dan Ibu Diyah Widyawati beserta
keluarga.
2. Kepada yang telah menyalurkan zakatnya baik yg tertera di running text
website ini,     maupun yang tidak sempat tertera.
3. Kepada yang telah memberikan logistik makanan untuk Panti, diantaranya Ibu
Ira, Tessa, dan yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
4. Kepada Ibu Lily Kasoem yang telah mengajak anak-anak berwidya wisata ke
Bandara   Cengkareng dan Ragunan.
5. Kepada gado-gado BonBin yang telah mentraktir anak-anak.
6. Kepada Ibu Wiwie dari Riyadh yang telah berkunjung ke sekolah dan kepada
keluarganya yang telah menyumbangkan kaca mata bagi murid-murid dan guru
sekolah kami.
7. Kepada Mr. Guldemond dari Universias Vrije Amsterdam Belanda, yang telah
mengadakan kunjungan ke sekolah.
8. Kepada temen-teman KKS Melati yang selalu aktif berkontribusi demi kemajuan
sekolah
9. Kepada Mrs. Angela dari British Woman Society yang telah memberikan kulkas.
10. Kepada Virna di Tokyo yg sedang berusaha mentranslate situs ini ke dalam
bhs Inggris
11. Kepada Kosi yang selalu memberikan dukungan dengan networknya
12. Kepada Andi Meza yang akan menyempurnakan design situs ini
13. Kepada Bpk Daryanto bersama keluarga atas hadiah lebarannya buat guru-guru

Pada tahun 2007 ini, salah satu murid KBM paket B kami terpilih jadi wakil
jambore Pramuka Paket B dari kontingen DKI Jakarta yang diadakan di Malang
Jatim dan
meraih juara ke-3 lomba bongkar pasang tenda. 

Alhamdulillah pada tahun ini lima guru SD kami mendapat tunjangan fungsional
dari Diknas DKI sebulan Rp 200 ribu sebulan per orang sebelum dipotong pajak.

Perlu diketahui bahwa dalam rangka self financing (menutup biaya operasional)
Yayasan kami mulai mengembangkan program pendidikan
agama islam berupa kursus atau pelatihan baik untuk kelompok ataupun perorangan
berupa pelatihan membaca qur’an, tajwid qur’an dan pelatihan
pengurusan Jenazah.
Terimakasih kepada kawan-kawan BDI Petrocina yang mempercayakan kepada
kami untuk memberikan pelatihan pengurusan jenazah (memandikan dan mengkafani)
Bagi yang berminat program pelatihan kami silakan hubungi Bpk H. Haris
0817-083-2839.

Adapun yang membutuhkan jasa pengurusan jenazah silakan hubungi Bpk H. Haris.

Dan terakhir sekolah membutuhkan komputer baru (meskipun second) asal masih
bisa jalan, karena komputer yang sekarang sudah obsolete dan banyak yang rusak,
dari 12 komputer tinggal 2 yang bisa nyala.

Wassalaam
a.n Yayasan Nurani Insani
Hanhan Haeruman

……………Older posting………..

Kabar thn 2006 dari sekolah kami adalah:
A. Sekolah telah melaksanakan kurban, kami mengucapkan terimakasih kepada
    yang telah ikut berkurban, semoga Allah SWT membalas dengan balasan yg
terbaik : 

Peserta iuran Qurban seekor Sapi :
1. H. Haris Damrah
2. Bpk Darnis
3. Bpk Ahmad Debi
4. Bpk Ledi
5. Bpk Subur Sugiono
6. Almarhum Sakinah
7. Lili Fitriani

Peserta Qurban kambing :
1. Dr. Dewi
2. H. Lempi
3. Bpk Zulkarnain
4. Bpk Edi Sugiarto
5. Bpk Daryanto
6. Bpk Arwin

B. Selama banjir kemarin sekolah menjadi posko korban banjir lebih dari
   1 bulan lamanya, karena daerah sekitarnya adalah langganan banjir,
    dekat dengan banjir kanal. Air meluap setahun rata-rata 2 kali dan banjir
    kemarin adalah paling parah dengan ketinggian air  1-3 meter, jadi lama
    surutnya. Sekolah dijadikan tempat penampungan murid dan orang tua
    yg kebanjiran serta penduduk sekitarnya.

    Kami mengucapkan terimakasih kepada para donatur bencana banjir,
    baik uang maupun barang. Diantara para donatur sudah diterakan di
    running text website ini dan yg lainnya diantaranya adalah sumbangan
    berupa :
    1. Genset, dari Bpk Indra,
    2. Perlengkapan mandi dari Unilever via Kosi dan Milist KKS Melati,
    3. Selimut, tikar, obat-obatan dan lainnya dari sebagian Alumni ITB 79
        dan IA ITB (Bu Betty Alisjahbana dkk)
    4. Aqua dari Danone atas referensi dari Bpk Imam Prasodjo
    5. Obat-obatan dari milist KKS & lintas tim milis melati dalam acara
        Klinik Gratis utk korban banjir
    6. dan sumbangan lainnya yang tidak sebutkan satu persatu berupa nasi
        bungkus, aqua galon, dan logistik lainnya.

C. Antara Januari sampai April 2007, sekolah mengadakan kegiatan berupa
    piknik ke Ciater untuk memulihkan dari trauma banjir dan refreshing serta
    melakukan permainan/outbond yang dipandu oleh team KKS Melati. Selain
    itu sekolah juga diundang oleh Sekolah Non Formal FEUI dalam rangka
    kegiatan lingkungan hidup yang berkolaborasi dengan Medco Foundation,
    Anak-anak diundang ke kampus FEUI dengan menonton film lingkungan
    hidup dan diajak ke Taman Buah Mekarsari juga ke peternakan Medco.
    Kami mengucapkan terimakasih kepada SNF FEUI dan Medco Foundation

D.  Kami juga berterimakasih kepada Keluarga Ibu Dr. Dewi yang telah mengajak
     anak-anak untuk makan bersama dalam rangka ulang tahunnya. Juga Ucapan
     terimakasih kepada Bpk Karyadi yang melaksanakan Akikah adiknya di
Sekolah.

E. Kami juga berterimakasih kepada Bu Betty (Dir. IBM) yang telah mengajak
anak-anak kami
    dalam acara ulang tahun IBM Indonesia yang ke-70. Semoga IBM Indonesia
tambah
    sukses.

F. Terimkasih juga kepada Putri, Bu Lies Sudianti dan para anggota milis Profec
yang telah
    mengajak anak-anak ke Monas sekalian acara Baksos pada tgl 23 Juni
kemarin.

Saat ini yg mendesak kita memerlukan perabotan
yg bukan untuk keperluan sekolah, tapi untuk menunjang
keperluan panti, karena ke depan kita akan mengembangkan
sekolah sekaligus sebagai panti juga, dan mulai bulan kemarin
Juli 2007, sudah ada 12 siswa yg tinggal di sekolah. Panti diperlukan
bagi yg homeless atau yg rumahnya gak layak atau lingkungan
sekitarnya yg tidak kondusif (lingkungan preman/hitam)
Saat ini sudah ada 12 orang yg tinggal di sekolah.

Adapun barang tersebut bisa barang bekas atau
yg layak pakai. Barang tsb untuk kelengkapan tempat
tinggal misalnya :
1. Selimut & bantal
2. Alat2 dapur, lemari dapur, kecuali kompor gas dan tabungnya udah ada
3. Dispenser yg ada air panasnya,
4. Alat makan : piring, gelas, dan lainnya.
5. Lemari pakaian,
6. Perlengkapan mandi, handuk, sabun dll;
7. Dll.

Selain itu karena berbentuk panti, maka
diperlukan anggaran tambahan untuk logistik
dan keperluan sehari-hari. Sampai saat ini masih
diperlukan donatur yg secara rutin untuk memenuhi
keperluan logistik/makanan panti tsb, misalnya beras,
gula, teh, lauk pauk dan lain-lain. 

Untuk itu kami menghimbau kepada para dermawan
untuk membantu panti kami demi melindungi mereka
dari lingkungan yang buruk dan agar mereka mendapat
perhatian sehari-harinya di panti.

Adapun rencana jangka panjangnya, kita akan berusaha
untuk membebaskan tanah yg ditempati sekolah
sekarang, mengingat sampai sekarang sekolah masih
ngontrak setahun 15 juta rupiah. Adapun dana untuk
pembebasan tsb sebesar kurang 600 m seharga
lebih dari 1 M.

Terimakasih
Hanhan

——————————————————-
Older posting
——————————————————-

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Sebelumnya kami dari Yayasan Nurani Insani
mengucapkan selamat berpuasa dan selamat
hari raya idul fitri pada saatnya, mohon maaf
lahir dan batin. Minal’aidzin walfaidzin, taqobbalallohu
minna waminkum shiyaamana washiyamakum.

Pada kesempatan ini kami ingin bersilaturahmi
sekaligus memberikan kabar terbaru tentang
perkembangan Yayasan dan juga ingin mengucapkan
terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para
donatur dan simpatisan semuanya yang
telah memberikan dukungan.

Alhamdulillah dalam perkembangannya masyarakat
sekitar yayasan memberikan kepercayaan kepada
sekolah Nurani Insani untuk menyekolahkan
anak-anaknya di TK/SD/, Paket A/B sehingga
jumlah semuanya 159 siswa. Dengan rinician
TK 51, SD 66, Paket A 20 dan Paket B  22 siswa.

Murid dan peserta program paket tsb semuanya
tidak dipungut biaya. Mereka berasal dari
keluarga kalangan marjinal perkotaan yang
berprofesi sebagai pemulung, pengamen,
joki three in one dan profesi tidak jelas lainnya.

Dua bulan terakhir murid SD bertambah sekaligus
15 orang yang berasal dari kolong jembatan,
rupanya Jumadi salah satu anak jalanan bisa
mempengaruhi temen-temennya utk ikut sekolah
di tempat kami. Mereka kumel-kumel dan dekil
sebagaimana lazimnya anak jalanan yang jarang
mandi. Mudah-mudahan setelah sekolah di sini
mereka akan berubah menjadi anak-anak yang
bersih dan  ngerti pentingnya mandi dan kebersihan.

Pendidikan akhlak yang mulia, sopan-santun, mengenal
kebaikan adalah hal yang sangat dikedepankan bagi anak-
anak didik di sini. Sebab di luar sana mereka bergelut
dengan dunia yang bisa dipersepsikan negatif,
khususnya bagi anak jalanan asli, mereka bergaul dengan
dunia preman yang gak peduli baik-buruk atau halal haram. 

Dua diantara murid kami baru-baru ini ketahuan
ada yang terjerat/tertipu menjadi pengantar sabu-sabu
(drug dealer), mereka diperalat oleh preman untuk
mengantarkan barang dengan imbalan yang
tidak seberapa. Satu diantaranya ketahuan
setelah tertangkap oleh polisi dan dipenjarakan,
tapi kami dari yayasan tidak bisa berbuat apa-apa. 

Kalau kasusnya tertangkap polisi karena jadi joki
three in one biasanya dengan mudah bisa dikeluarkan
dengan membuat surat keterangan dari sekolah.
Tapi kalau kasus narkoba minta bantuan
kenalan polisi pun tidak bisa membantu,
katanya kalau kasus narkoba polisi angkat tangan. 

Adapun anak yang satu lagi ketahuan setelah ada
temennya yg menceritakan bahwa dia suka
mengantarkan barang suruhan preman yang
sebetulnya dia sendiri tidak tahu apa isinya,
cuma karena imbalan yang sedikit dia mau
mengantarkannya. Akhirnya anak tersebut oleh
orang tuanya dititipkan di sekolah supaya
jauh temen-temen sepergaulannya. 

————————————————-
Pada kesempatan ini juga kami ingin menghaturkan
rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada
para donatur dan simpatisan semuanya yang telah
memberikan dukungan baik moriil maupun materiill.
Selama Ramadahan ini kami menghaturkan terimakasih
kepada yang telah mengundang anak-anak kami untuk
berbuka puasa bersama disertai dengan pemberian
bingkisan anak-anak, diantaranya di rumah
Keluarga Bapak Dr. Ir. A Farid Aulia (Alumni ITB 89),
Ikatan Pegawai Restoran dan Hotel Jakarta yang telah
mengundang berbuka puasa di hotel Sari Pacific,
Twin Plaza dan Santika. 

Juga kami mengucapkan terimakasih kepada
Kolaborasi Excelcomindo & KKS Melati untuk sahur
bersama. Selain itu juga kami menghaturkan terimakasih
kepada salah satu angkatan alumni ITB 79
(Bu Betty, Pak Indra, Boyke, Rinaldi Firmansyah, Cyril dkk) yang
telah mengadakan baksos dengan memberikan bingkisan
dan voucher belanja yang diadakan di bazaar pelataran
mesjid Pondok Indah. 

Dan ucapkan terimakasih kepada para donatur yang lain
misalnya member milis Balita Anda yg memberikan bingkisan
dan makan siang bersama (sebelum puasa), serta donatur
lainnya yg tidak bisa saya sebutkan satu-satu namanya,
untuk melihat nama-nama donatur selengkapnya bisa dibuka
di situs kami yang msh dalam tahap pengembangan, yaitu :
www.nurani-insani.org (maaf bila ada yg belum dituliskan yaitu
para donatur yg tahun lalu)

Adapun mengenai keadaan keuangan Yayasan, sampai
saat ini masih defisit 27,5 juta, hal ini karena masih adanya
tunggakan pinjaman untuk rehab bangunan sekolah tahun
kemarin dan untuk menutup biaya operasional lainnya.
Sedangkan untuk honor staf & guru masih perlu dinaikkan
karena masih di kisaran UMR. Dan kebutuhan yang mendesak
menjelang lebaran ini adalah untuk THR guru-guru.

Ke depannya kita akan terus berupaya meningkatkan
kualitas pengajaran dan SDM yayasan, dalam waktu
dekat ini guru-guru akan ada yg diikutsertakan di pelatihan
tentang Kids Smart yang akan diadakan atas sponsor salah
satu perusahaan terkemuka di Landmark Building.
Juga salah satu guru ada yang diberikan bea siswa dari
Dikti untuk meneruskan kuliah di UNJ (d/h IKIP Jakarta)
dari D3 meneruskan S1 di program PAUD (Pendidikan Anak
Usia Dini).

Selain itu juga ke depannya kita berusaha untuk self
financing, sehingga ke depan tidak hanya tergantung
kepada para donatur, dan lebih jauh lagi kalau sudah
mapan di Petamburan ini kita bisa ekspansi ke tempat
tempat lain di Jakarta ini atau di luar Jakarta yang masih
banyak terdapat anak jalanan dan dhuafa. Karena di negeri
kita ini banyak sekali anak-anak yg gak bisa sekolah/putus
sekolah, di kompas hari ini saja (19/10/06) ada berita
bhw di Riau terdapat 40% anak SD yg putus sekolah
karena tdk punya biaya. Dan menurut Komnas Perlindungan
Anak, di Jakarta ini saja ada sekitar 75.000 anak jalanan
yang setiap harinya mereka mengais rizki di jalanan tanpa
bisa mengeluarkan mereka dari kemiskinan, karena
uang yg mereka peroleh tidak utk meningkatkan mereka
jadi pintar/sekolah, uang yg mereka peroleh dibelanjakan
hanya untuk makan, setor ke preman yg menjadi pelindung
mereka dan sisanya “foya-foya” (jajan, main dingdong/PS dll).
Sehingga tidak salah menurut LSM afiliasi UNICEF, kita
tidak boleh memberikan uang receh ke mereka, jangan
membuat mereka betah di jalanan, sebaliknya kita harus
tarik mereka dari jalanan.

Dalam rangka self Financing tersebut, Alhamdulillah Yayasan
kita sudah beberapa kali menjadi event organizer kecil-kecilan
misalnya sebagai EO seminar sosialisasi UU Kekerasan Dalam
Rumah Tangga, seminar Remaja dan Kesehatan Reproduksi,
dll. Juga menjadi team rekanan pengawas Bantuan Operasional
Sekolah (BOS). Selain itu kita juga sudah mulai mengadakan
kursus komputer dasar bagi warga sekitarnya, dengan bantuan
komputer second dari Bank Permata dan kursi lipat dari
komunitas WNI di Singapura (Ny. Ellen Dkk). Namun sampai
saat ini self financing tsb msh jauh belum mencukupi utk
menutupi biaya operasional sehari-hari sekolah.

Serta rencana ke depannya kita akan turut membantu para
orang tua murid untuk bisa mandiri berusaha atau meningkatkan
usahanya dengan memberikan bantuan kredit mikro atau
dana bergulir. Misalnya ada orang tua murid yang jualan
pakai tanggungan kita modalin gerobak dorong, atau ada
orang tua murid yang ingin meningkatkan modal jualan
nasi uduk kita kasih pinjaman modal tambahan.

Last but not least, menjelang akhir Ramadhan ini bila diantara
para donatur yang ingin menyalurkan zakat, infak dan shodaqoh
atau donasi silakan salurkan ke Yayasan Nurani Insani dgn no.
rekening 111-300-4260 BCA Cabang Penjernihan Jakarta. Mohon
dikonfirmasikan apabila sudah transfer apakah utk zakat, infak atau
shodaqoh karena akan beda-beda penyalurannya. 

Sekian kabar dari Nurani Insani mohon maaf yg sebesar- besarnya
apabila ada kesalahan. Dan sekali lagi kami mengucapkan selamat
hari raya idul fitri semoga selepas Ramadhan ini kita benar
benar kembali fitri, suci lahir dan batin. Aaamiin.

Wassalaam
a.n Yayasan Nurani Insani

Hanhan Haeruman